Sekapur Sirih

Hallo, 2016!

Tahun telah berganti. Hampir genap 2 (dua) tahun menikmati asiknya pulang Jum’at kembali Ahad menggunakan Kereta Api. Jakarta, kini menjadi kota kedua persinggahan sementara, semoga bisa kembali ke Yogyakarta. Aamiin.

Rumah semakin ramai, saling bercengkerama. Dan, tak terasa, Uya sudah bisa “rambatan”. Embul sudah berani main sendiri dan Lintang sudah syukuran hafalannya minggu lalu, pakai ayam goreng Olive. Istriku, masih setia menjaga anak-anak dirumah, membeli bunga anggrek bulan, pohon mangga dan pohon durian. Semua sukses tumbuh subur di halaman, kecuali satu, bunga krisan.

Mumpung timbul semangat menulis, 2016 bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Jakarta, 26 Januari 2016

Ayah.

———–

Hai, 2015!

Tahun 2014 merupakan tahun yang cukup berat untuk dilalui, beratnya menahan rindu. Rindu untuk sekedar mengecup kening, pelukan hangat, bercerita, bermain dan bercengkerama, rindu untuk sekedar menjemur baju di halaman belakang, mencabut rumput dan menyiram tanaman di halaman depan, mengangkat galon air, mengganti lampu yang mati, memperbaiki kran yang bocor, hingga rindu nikmatnya duduk santai berbincang dengan istri di depan rumah melihat anak-anak bermain hingga salah satu ada yang menangis.

Tuntas sudah 9 (sembilan) bulan lamanya Jakarta menjadi tempat persinggahan sementara. Sabtu dan Minggu bagaikan hari surga disela-sela kesibukan bekerja. Berharap tahun ini ada angin segar yang membawa Ayah kembali.

Begitu cepat waktu berlalu, tak terasa 8 (delapan) bulan sudah Istri mengandung buah hati, Lintang sudah memiliki banyak teman baru di Sekolah Dasar, dan Bulan sudah bisa berlari kesana kemari dan tahun 2015 ini menjadi tahun penantian kehadiran buah hati, anak ke-3 dan (insyaAllah) putra pertama, calon adik bagi Lintang dan Bulan.

Kembali, laman ini melanjutkan tulisan dari pertemuan di jalan, duduk satu kursi di kereta Senja Jogja dan sekedar beredar di Bandara. Selamat menikmati.

Jakarta, 19 Januari 2015

Ayah.

———–

wahyukresnar(at)gmail.com

One thought on “Sekapur Sirih

  1. It is very good name, Fathiya Lintang Pratika, with Lintang as nick name left Fathiya instead.
    Having second name in nickname with wonderfull first name meaning always lovable for me…:)

    mampir ngeteh, mampir berkunjung

Gak komen gak asik men!